Selasa, 11 Desember 2012

Dispora Jatim Menyelenggarakan Lomba Perahu Galon Tradisional Se Jawa Timur 2012


Penulis          : 
Biasworo Adisuyanto Aka


Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Jawa Timur telah menggelar “Lomba Perahu Galon Tradisional Se Jawa Timur 2012” pada tanggal 9 Desember 2012 di Sungai Kalimas, depan Taman Tugu Surabaya. Kegiatan ini diikuti 32 regu kategori “Speed” dan 30 regu kategori “Fun”. Lomba dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pengembangan Olahraga Rekreasi Dispora Provinsi Jawa Timur mewakili Kepala Dispora Jawa Timur yang sedang mengikuti kegiatan Gubernur Jawa Timur “Fun Bike” di Kabupaten Tuban.

Kegiatan ini merupakan gelar even yang pertama oleh Dispora Jawa Timur, sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan olahraga tradisional di masyarakat Jawa Timur. Harapan terselenggaranya kegiatan ini bukan hanya meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran masyarakat, akan tetapi lebih jauh lagi, yaitu berharap agar olahraga tradisional ini menjadi kebudayaaan yang membentuk cirri khas dan jati diri sebuah bangsa. Melalui kegiatan olahraga tradisional ini dapat berimplikasi pada kebangkitan budaya nasional yang tentunya dapat meningkatkan juga persatuan dan kesatuan bangsa.

Hadir pada acara pembukaan, secara lengkap pengurus Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Jawa Timur, yaitu Ketua Umum Drs. Suparman, M.,Si, Ketua Harian, Ir. Hengky Widiyanto, Ketua Bidang Organisasi, DRs. Abd. Haris Ramadhan, MM, dan Sekretaris Umum FORMI Jawa Timur, Ir. Biasworo Adisuyanto Aka, MM, serta tidak kalah pentingnya juga hadir di-tengah-tengah undangan Ibu Kepala Seksi Olahraga Khusus Bidang Pengembangan Olahraga Rekreasi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya, Dra. Chuzaima mewakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya.

Olahraga tradisional merupakan bentuk aktivitas fisik yang dilakukan seseorang atau kelompok  masyarakat atas dasar warisan atau peninggalan leluhur. Peninggalan ini cenderung dalam bentuk permainan yang berkembang dan dipertahankan menjadi asset budaya. Terbentuknya permainan aktivitas fisik ini mempunyai tujuan mengisi waktu luang selepas melakukan aktivitas rutin dan menghilangkan kepenatan fisik. Pada akhirnya bentuk dari berbagai permainan aktivitas fisik ini berkembang dan memiliki aturan yang semakin jelas serta dapat diperlombakan. Penetapan aturan permainan ini juga sudah mengalami banyak perubahan dan penyesuaian. Sehingga, tidak seorang atlet yang punya persiapan matang saja yang dapat mengikuti lomba ini, tetapi masyarakat yang tidak terlatihpun dapat mengikuti lomba ini secara baik.
Berawal dari permainan suka ria, meluapkan suka cita dan kegembiraan di permukaan air. Perahu gallon tercipta dari sebuah permainan di atas sungai dengan menggunakan rakitan bambu, tujuannya hanya sekedar menghilangkan kejenuhan dan mengisi waktu kosong. Dengan menggunakan rakitan bambu ini, kita dapat terapung di atas air dan dapat menikmati lajunya perahu rakit bambu tersebut sambil menikmati pemandangan di sekitar sungai. Selain hanya sekedar menikmati pemandangan dari atas rakitan bamboo, alat ini juga dapat dipergunakan sebagai sarana membantu penyeberangan penduduk, dari sisi satu ke sisi seberang. Sebagai pengendali lajunya perahu rakitan bamboo ini adalah dengan mendorong sebuah bamboo panjang yang ditekan dan di dorong ke dasar sungai, sehingga perahu rakitan bambu tersebut dapat terdorong dan melaju kearah depan membawa beberapa penduduk.

Gagasan menjadikan perahu rakitan bambu ini menjadi sebuah permainan aktivitas fisik yang menarik dan diminati masyarakat, serta dapat dijadikan sebuah perlombaan. Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Jawa Timur mengemas dan mendisain sebuah perahu rakitan dari beberapa buah gallon sebagai alat pengapung perahu tersebut. Kemasan yang didisain secara baik dan memenuhi perhitungan daya apung untuk menopang beban berat lima orang di atasnya. Hal ini merupakan sebuah kemasan yang sangat menarik dan memenuhi kaidah persyaratan sebuah perlombaan. Pengembangan selanjutnya untuk kepentingan perlombaan, disusun sebuah aturan permainan perlombaan yang manarik dan tidak terlalu menyulitkan pemaian dalam mengendalikan perahu gallon tersebut.

Kondisi perahu yang didisain secara sederhana dan menggunakan bahan yang juga sangat sederhana, serta di dasari dari ide dan gagasan perahu rakit tempo dooloo, maka Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Jawa Timur sebagai penggagas terciptanya perahu ini dengan sebutan “Perahu Galon Tradisional”. Walaupun bentuk dari peralatan apung ini tidak menyerupai perahu pada umumnya, tetapi manfaat peralatan ini hampir sama dengan fungsi yang dimiliki oleh sebuah perahu, maka tetap dipakai dengan perkataan “Perahu”. Sebutan “Galon” ditujukan kepada peralatan pendukung rakit tersebut dapat terapung dengan menggunakan beberapa botol plastik penampung air mineral dengan ukuran besar, dikalangan masyarakat botol tersebut sering disebut “Galon”. Oleh sebab itu, penggunakan kata “Galon” sebagai upaya member nama alat tersebut mudah diingat. Sedangkan sebutan “Tradisional” selain dilihat dari bentuk kemasan peralatan tersebut dibuat secara sederhana dan tidak menggunakan peralatan canggih, juga diilhami dari permainan tempo dulu.

Agar permainan perahu gallon trdisional ini dapat dijadikan sebuah perlombaan, maka disusun kategori perlombaan, persyaratan, dan aturan main secara baik serta bentuk kemasannyapun sudah didisain sesuai dengan ketentuan jenis kategorinya. Dispora Provinsi Jawa Timur menetapkan dua jenis kategori yang diperlombakan, yaitu kategori “Speed” dan kategori “Fun”. Masing-masing kategori mempunyai aturan perlombaan yang berbeda dan sangat menarik untuk meningkatkan pariwisata daerah.

“Lomba Perahu Galon Tradisional” akan menjadi kegiatan rutin setiap tahun sebagai upaya memberikan alternative pilihan kepada masyarakat untuk dapat berolahraga. Karena melalui aktivitas olahraga, akan dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani. Pada akhirnya apabila capaian kesehatan dan kebugaran jasmani ini meningkat, maka juga akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas kerja dan peningkatan prestasi olahraga daerah dan nasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar