Flash Texts

Rabu, 15 Agustus 2012

Tarik Tambang


     Tarik tambang merupakan permainan olahraga tradisional yang mempergunakan seutas tambang dengan ukuran tertentu sebagai alat mengadu kekuatan untuk  saling menarik antara regu yang satu dengan regu yang lain. Olahraga tradisional tarik tambang dimainkan secara beregu, baik putera maupun puteri. Jumlah anggota regu disesuaikan dengan keadaan, satu penyelenggara dengan penyelenggara yang lain tidak pasti harus sama.  Sebagaimana permainan tradisional lainnya, permainan tarik tambang ini sangat dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia dan sering dilombakan selain pada acara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus, permainan ini juga sering dilakukan pada peringatan hari jadi Kabupaten atau Kota bahkan pada perayaan hari besar agama.

     Permainan olahraga tradisional tarik tambang ini walau dapat dilakukan di arena terbuka maupun tertutup. Namun, permainan ini cenderung mempergunakan arena  terbuka, selain bebas juga dapat disaksikan banyak penonton sebagai pemberi semangat peserta. Sebaiknya arena yang akan dipergunakan memiliki permukaan yang datar/rata. Arena yang dapat dipergunakan diantaranya, stadion, lapangan, tepi pantai, dll.

         Area tarik tambang merupakan area petak persegi panjang yang mempunyai panjang lapangan kurang lebih antara 20 s.d 40 meter dan lebar lapangan kurang lebih antara 5 s.d 8 meter. Pinggir lapangan sebaiknya dibuat jangan dari tali (plastic atau tamper), namun sebaiknya diberi tanda dengan kapur saja. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan buruk salah satu peserta yang terkait tali dan akan mencederai. Pada tengah-tengah area diberi garis kapur yang cukup jelas sebagai pembatas area lawan. Dari garis pembatas tengah, dibuat juga garis pembatas peserta terdepan sepanjang 2,5. Garis ini merupakan pembatas peserta terdepan sebelum permainan ini dimulai.

Area Tarik Tambang

         Peserta dinyatakan sebagai pemenang, apabila salah satu regu dapat mengalahkan regu lain dengan score 2 – 0 atau 2 – 1 (kalau terjadi seri). Kebiasaan yang berkembang di masyarakat, permainan ini dilakukan dengan sistem gugur dengan hasil terbaik dari tiga kali permainan (the best of three game), tetapi penyelenggara dapat menentukan sistem perlombaan yang lain disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar