Selasa, 09 April 2024

PORTINA: MENYELAMATKAN KHAZANAH BUDAYA (Misi Kemanusiaan dalam Melestarikan Olahraga Tradisional)

Penulis: Biasworo Adi

Warisan budaya adalah harta yang tak ternilai bagi suatu bangsa. Di antara berbagai aspek warisan budaya, olahraga tradisional memegang peran penting dalam mencerminkan identitas, nilai-nilai, dan tradisi suatu masyarakat. Namun, dengan munculnya tren modernisasi dan globalisasi, banyak olahraga tradisional di seluruh dunia terancam punah. Tulisan ini akan mengungkap misi kemanusiaan dalam melestarikan olahraga tradisional sebagai bagian penting dari khazanah budaya yang harus diselamatkan.

1.       Makna Khazanah Budaya

Khazanah budaya mengacu pada kumpulan nilai, tradisi, praktik, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Khazanah budaya mencerminkan kekayaan spiritual, intelektual, dan material suatu masyarakat, yang menjadi fondasi dari identitas kolektif dan keberadaan bangsa itu sendiri. Oleh karena itu, melestarikan khazanah budaya, termasuk olahraga tradisional, adalah tanggung jawab kemanusiaan yang melibatkan semua pihak.

2.       Ancaman Terhadap Olahraga Tradisional

Olahraga tradisional di seluruh dunia dihadapkan pada berbagai ancaman yang mengancam kelangsungan hidup mereka. Globalisasi membawa arus modernisasi yang menggeser minat masyarakat dari olahraga tradisional ke olahraga modern yang lebih populer. Selain itu, urbanisasi menyebabkan kehilangan ruang terbuka dan fasilitas tradisional yang dibutuhkan untuk melaksanakan olahraga tradisional. Perubahan gaya hidup dan nilai-nilai juga mempengaruhi minat generasi muda terhadap praktik-praktik tradisional.

3.       Misi Kemanusiaan dalam Melestarikan Olahraga Tradisional

Misi kemanusiaan dalam melestarikan olahraga tradisional melibatkan beberapa aspek yang penting:

1)      Pendidikan dan Kesadaran

Peningkatan kesadaran tentang pentingnya melestarikan olahraga tradisional perlu dimulai sejak dini melalui pendidikan formal dan informal. Sekolah, lembaga budaya, dan organisasi masyarakat harus bekerja sama untuk mengintegrasikan pengetahuan tentang olahraga tradisional ke dalam kurikulum dan program pendidikan.

2)      Pelestarian Pengetahuan dan Keterampilan

Penting untuk mengumpulkan, merekam, dan menjaga pengetahuan dan keterampilan terkait olahraga tradisional sebelum mereka hilang selamanya. Ini melibatkan dokumentasi, wawancara dengan praktisi senior, dan pembentukan pusat-pusat penelitian dan pelatihan untuk melestarikan warisan ini.

3)      Pemeliharaan dan Pengembangan Infrastruktur

Upaya pemeliharaan dan pengembangan infrastruktur yang mendukung olahraga tradisional sangat penting. Hal ini meliputi pembangunan dan pemeliharaan tempat-tempat bermain, arena, dan fasilitas pendukung lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan olahraga tradisional dengan aman dan nyaman.

4)      Promosi dan Pencitraan

Promosi yang efektif tentang olahraga tradisional diperlukan untuk meningkatkan minat dan partisipasi masyarakat. Ini melibatkan penggunaan media massa, acara promosi, dan kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran dan memperluas jangkauan olahraga tradisional.

5)      Kolaborasi Antar Pihak

Misi kemanusiaan ini memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil. Hanya dengan kerjasama lintas sektor dan lintas disiplin, misi ini dapat berhasil dicapai.

4.       Manfaat Melestarikan Olahraga Tradisional

Melestarikan olahraga tradisional memiliki manfaat yang luas, tidak hanya bagi keberlangsungan warisan budaya, tetapi juga untuk kesehatan fisik dan mental, pembangunan sosial, dan pembentukan identitas bangsa. Dengan mempraktikkan olahraga tradisional, masyarakat memperoleh kesempatan untuk merasakan kedekatan dengan alam, memperkuat hubungan antarpribadi, dan memperkuat nilai-nilai seperti kerjasama, disiplin, dan semangat persatuan.

5.       Studi Kasus: Inisiatif Pelestarian Olahraga Tradisional di Indonesia Oleh PORTINA

Indonesia, sebagai negara dengan kekayaan budaya yang luar biasa, memamerkan warisan olahraga tradisional yang beragam. Dari Sabang hingga Merauke, setiap daerah memiliki olahraga tradisional yang unik, memberikan gambaran tentang keberagaman budaya dan sejarah yang membanggakan. Untuk memastikan warisan ini tetap hidup dan berkembang, Persatuan Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) telah mengambil langkah-langkah proaktif dalam mengembangkan dan melestarikan olahraga tradisional.

 

PORTINA, sebagai badan koordinasi utama dan menjadi anggota Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), telah memimpin berbagai inisiatif yang melibatkan pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta. Salah satu langkah utama adalah pembentukan PORTINA Provinsi dan PORTINA Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Melalui struktur ini, PORTINA dapat lebih efektif mengkoordinasikan upaya pelestarian dan pengembangan olahraga tradisional di tingkat lokal, sambil mengakomodasi keunikan dan kebutuhan setiap daerah.

 

Tidak hanya itu, PORTINA juga telah mendorong pendirian klub dan pusat-pusat pelatihan olahraga tradisional di berbagai lokasi. Ini memberikan kesempatan bagi masyarakat setempat, khususnya generasi muda, untuk belajar dan berlatih dalam olahraga tradisional, mengasah keterampilan mereka sambil memperkokoh identitas budaya mereka.

 

Selain itu, festival olahraga tradisional menjadi salah satu cara terbaik untuk memperkenalkan dan mempromosikan warisan olahraga ini kepada masyarakat luas. PORTINA aktif dalam mengorganisir dan mendukung festival-festival semacam itu di berbagai daerah, mengumpulkan para peserta dan penonton untuk merayakan kekayaan budaya Indonesia.

 

Tidak bisa diabaikan juga peran kampanye promosi yang dijalankan oleh PORTINA. Dengan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi, mulai dari media massa hingga media sosial, kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan olahraga tradisional, dengan meningkatnya pemahaman dan minat masyarakat, diharapkan dukungan terhadap upaya pelestarian ini juga akan bertambah.

 

Studi kasus ini memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana kerjasama antara pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta dapat menciptakan dampak positif dalam melestarikan dan mengembangkan olahraga tradisional, dengan upaya bersama ini, Indonesia tidak hanya menjaga kekayaan budayanya tetap hidup, tetapi juga memberikan kesempatan bagi generasi masa depan untuk terhubung dengan warisan luhur nenek moyang mereka.

 KESIMPULAN

Misi kemanusiaan dalam melestarikan olahraga tradisional merupakan upaya bersama untuk menyelamatkan khazanah budaya yang merupakan bagian integral dari identitas suatu bangsa. Dengan upaya yang terkoordinasi dan berkelanjutan, kita dapat memastikan bahwa olahraga tradisional tetap hidup dan berkembang untuk dinikmati oleh generasi mendatang. Ini bukan hanya tentang melestarikan olahraga, tetapi juga tentang mempertahankan identitas, nilai-nilai, dan warisan budaya yang memperkaya kehidupan manusia. (BASA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar